Umrah Dalam Al-Qur’an (3)
image of 1140x530

فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ  فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ (البقرة/ 2: 196)

Siapa yang (mengambil haji) tamattu’ dengan (melaksanakan) umrah (sebelum) haji, maka ia menyembelih hadyu (qurban) yang mudah (ia dapatkan)..(Al-Baqarah/2:196)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya Al-Qur’anul Azhim menjelaskan, maksud rangkaian ayat tersebut yaitu kalau sudah tidak ada gangguan dalam pelaksanaan haji dan umrah, baik dari serangan musuh ataupun yang lainnya, maka pelaksanaan haji bisa dengan tamattu’ (yaitu menunaikan umrah dulu sebelum pelaksanaan haji), atau haji ifrad (haji dulu baru umrah), atau qiran (menyatukan ihramnya untuk haji dan umrah). Pilihan-pilihan itu dapat diambil ketika suasana aman. Namun bagi yang memilih pelaksanaan umrah lebih dulu sebelum haji, ada kewajiban menyembelih hewan qurban minimal seekor domba.

Imam Al-Auza’imeriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah radhiayallahu ‘anhu :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ذَبَحَ بَقَرَةً  عَنْ نِسَائِهِ وَ كُنَّ مُتَمَتِّعَاتٍ (رواه أبو داود و أبو بكر بن مردويه)

Bahwa Rasulullah Saw menyembelih seekor sapi untuk (dam) bagi isteri-isterinya yang melaksanakan haji tamattu’ (HR Abu Daud dan Abu Bakar bin Mardawaih).

Secara keseluruhan ayat 196 surah Al-Baqarah memuat pesan sebagai berikut :

  1. Haji dan umrah sebagai bagian dari ibadah harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
  2. Ketika ada kendala, baik terkait dengan kondisi individu seperti ada gangguan di kepala sehingga harus terlanggar larangan ihram (mencukup rambut sebelum tahallul), atau kendala kolektif seperti yang dialami Rasulullah Saw dan para shahabat di tahun ke-6 H, tidak dibolehkan masuk oleh penguasa Quraisy ketika itu, maka sembelihlah hewan yang sudah dipersiapkan.
  3. Dalam kondisi normal, aman dan tidak ada gangguan, umrah yang berkait dengan haji dapat dilaksanakan dengan pilihan : umrah dulu baru haji (tamattu’), haji dulu baru umrah (ifrad), dan disatukan ihram umrah dan haji (qiran). Namun untuk haji tamattu’ ada keharusan menyembelih hadyu (qurban/dam).

Comments

Tinggalkan Balasan