Penghuni Pertama Makam Baqi’ (Bagian 1)

Makam Baqi’ merupakan sebuah komplek pekuburan yang berada di area Masjid Nabawi, Madinah. Makam Baqi setiap harinya selalu ramai dikunjungi para peziarah, kebanyakan adalah jamaah Umrah yang berasal dari berbagai belahan dunia. Kawasan makam Baqi’ sendiri dibuka untuk umum setelah shalat Subuh hingga pukul 09.00 waktu setempat, serta setelah shalat Ashar hingga menjelang waktu Maghrib.

Penghuni Pertama Makam Baqi

Makam Baqi’ menjadi istimewa karena di sanalah banyak jasad keluarga dan sahabat Rasulullah dikebumikan.

Tapi, pernahkah kita bertanya, siapa penghuni pertama makam Baqi’? Siapa orang yang pertama kali dikuburkan di sana?

Namanya adalah Utsman ibn Mazh’un.

Ia termasuk golongan sahabat yang mula-mula masuk Islam. Ketika cahaya kebenaran mulai bersinar melalui ucapan-ucapan yang Rasulullah sampaikan di banyak majelis, baik diam-diam maupun secara terang-terangan, Utsman ibn Maz’un merupakan bagian dari sedikit manusia yang segera menyambut dan memutuskan menggabungkan diri ke dalam kelompok pengikut Nabi.

Utsman ibn Mazh’un merupakan orang pertama yang menjadi pemimpin rombongan kaum Muhajirin yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk hijrah menuju Habsyi.

Dalam perjalanannya meninggalkan Makkah, Utsman ibn Mazh’un tak bisa melupakan kekejian yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy, termasuk rencana-rencana jahat sepupunya sendiri Umayah ibn Khalaf. Dan keputusan hijrah merupakan keputusan yang sebenarnya sangat berat, namun harus diambil demi menjaga keselamatan kaum Muslimin ketika itu.

Suatu hari, terdengarlah kabar bahwa kaum Quraisy telah menyatakan beriman dan bersedia mengikuti agama yang dibawa Rasulullah. Dengan hati gembira, Utsman ibn Mazh’un beserta para muhajirin bersiap kembali ke Makkah.

Namun sesaat sebelum memasuki kota Makkah, barulah mereka tahu bahwa kabar tersebut adalah kabar dusta. Betapa terpukulnya perasaan mereka dalam kejadian tersebut. Makkah telah di depan mata, kaum Quraisy yang lama memburu mereka pun telah mengetahui kedatangan mereka. Mereka tak bisa lari.

Akhirnya, sebab mereka meyakini apa yang terjadi adalah bagian dari ketetapan Allah, dengan kebulatan tekad, masuklah kaum Muslimin ke dalam kota Makkah. Dan mereka telah siap dengan segala resikonya.

>> Lanjutkan ke bagian 2

Comments

Fitriah
13 Desember 2017
Terima kasih ilmunya.
Pepen
13 Desember 2017
alhamdulillah jadi banyak belajar. makasih pak ustadz

Tinggalkan Balasan