Penghuni Pertama Makam Baqi’ (Bagian 2)

(Lanjutan Penghuni Pertama Makam Baqi’ Bagian 1)

Penghuni Pertama Makam Baqi'

 

Nasib baik menyertai Utsman ibn Mazh’un , ia mendapatkan perlindungan dari Walid ibn Mughirah yang masih keluarga dekatnya. Perlindungan ini merupakan salah satu tradisi turun temurun yang ada di sana. Meskipun Utsman ibn Mazh’un merupakan orang yang sangat dibenci oleh banyak orang-orang kafir Quraisy, tapi karena ia mendapatkan perlindungan dari salah seorang tokoh mereka, maka tak ada yang boleh melukainya, tak ada yang boleh menumpahkan darahnya walau setetes.

Di tengah situasi kaum Muslimin yang hari-harinya dilanda kecemasan dan ketakutan akan ancaman dan siksaan yang dilakukan kafir Quraisy, ada kegundahan dalam dada seorang Utsman ibn Mazh’un. Seorang yang jiwanya telah terbina oleh nilai-nilai Al-Quran, merasakan keprihatinan mendalam, ia marah akan keadaan dirinya yang aman sementara saudara seperjuangannya dalam keadaan tertindas.

Ada gejolak dalam dirinya yang tak bisa dibendung lagi. Utsman pun keluar rumah untuk menemui orang yang menjamin keselamatannya, Walid ibn Mughirah.

Dalam perjalanan ia berkata, “Demi Allah, sesungguhnya kemanapun aku pergi dalam keadaan aman disebabkan perlindungan seorang tokoh golongan musyrik, sementara saudara-saudara sejawatku merasakan siksaan yang tak kualami. Sungguh ini suatu kerugian besar bagiku…”

Sesampainya di tempat Walid, Utsman berkata, “Wahai Abu Abdi Syams, cukuplah sudah perlindunganmu. Dan sekarang aku melepaskan diri dari perlindunganmu.”

“Mengapa, wahai keponakanku?” Tanya Walid keheranan, “mungkin ada salah seorang anak buahku yang mengganggumu?” Lanjutnya menerka.

“Tidak,” ujar Utsman ibn Mazh’un. “Hanya saja, aku ingin berlindung kepada Allah, dan tidak ingin berlindung kepada selain-Nya. Pergilah ke Masjid dan umumkanlah maksudku ini secara terbuka seperti dahulu kau mengumumkan perlindungan kepadaku.”

Pergilah keduanya ke masjid. Walid pun berkata, “Utsman ini datang untuk mengembalikan kepadaku jaminan perlindungan yang kuberikan terhadap dirinya.”

Utsman pun menimpali, “Apa yang dikatakannya benar. Ia adalah seorang yang memegang teguh janjinya. Hanya saja, aku tak ingin lagi mencari perlindungan selain kepada Allah Ta’ala.”

Setelah itu Utsman pun berlalu.

Di suatu kesempatan, Utsman yang sudah tidak lagi memiliki perlindungan dari Walid ibn Mughirah datang ke suatu tempat untuk menemui Lubaid ibn Rabi’ah.

Lubaid berkata, “Ingatlah, bahwa apa yang ada di kolong (langit) ini selain Allah, adalah hampa.”

“Ucapanmu benar,” tanggap Utsman.

“Dan semua kesenangan , akan lenyap dan sirna,” lanjut Lubaid.

“Itu dusta!” Kata Utsman, “karena kesenangan Surga tak akan lenyap.”

Lubaid pun marah dan terjadi perang ucapan di antara mereka. Hingga tiba-tiba, Lubaid berdiri mendekati Utsman lalu meninjunya tepat di bagian mata.

(Baca: Penghuni Pertama Makam Baqi’ Bagian 1)

>> Lanjutkan ke bagian 3

Comments

Tinggalkan Balasan