Calon Imam Masjid Nabawi di Masa Mendatang
imam masjid nabawi

Imam Masjid Nabawi. Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid yang langsung dibangun oleh Rosulullah SAW, masjid ini dibangun setelah Rosulullah melaksanakan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Letak masjid ini tepat di tengah-tengah kota Madinah.

Sehingga tak heran jika selalu ramai oleh para jamaah dan dikelilingi oleh beberapa bangunan penginapan atau hotel serta tempat-tempat penjualan berbagai macam aksesoris khas Timur Tengah.

Masjid ini memiliki banyak sekali keistimewaan, Salah satunya adalah dalam melaksanakan ibadah sholat, berbeda dengan bangunan masjid lainnya, siapapun orang muslim yang melaksanakan ibadah shalat disini akan mendapatkan beribu-ribu pahala. Ditambah lagi jika bersama imam di Masjid Nabawi.

Shalat di Masjid Nabawi mengandung keutamaan yang besar dibandingkan dengan shalat di masjid yang lainnya. seperti sabda Rosulullah yang berarti, “ shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain masjidil haram” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kisah Imam Masjid Nabawi

Ini cerita mengenai imam di Masjid Nabawi yang perlu anda ketahui yang mungkin bisa menjadi inspirasi,

  • Syekh Ali bin Abdur Rahman Al-Hudhaify

Beliau ini merupakan salah satu imam besar Masjid Nabawi yang sangat terkenal. Beliau merupakan anak dari ayah yang juga terpilih menjadi imam dan juga khatib di militer Arab Saudi.

Pendidikan pertama yang dijajakinya yakni Kuttab. Kuttab adalah sebuah tempat yang digunakan sebagai tempat belajar membaca dan juga menulis bagi anak-anak. Dan beliau berhasil membaca dan menghatamkan Al-qur’an  dan menghafal beberapa juz di hadapan Syekh Muhammadabin Ibrahim Al-hudhaify Al-amiri.

Setelah lulus dari fakultas syariah di kota Riyadh, beliau menjadi imam besar Masjid Jami Baljarasyi dan mengajarkan tauhid, tafsir, khath, dan sharaf. Di tahun 1395 H, kemudian beliau mulai mengabdikan diri di Universitas Islam Madinah untuk menjadi pengajar tauhid dan fiqh di fakultas dakwah, fakultas syariah dan fakulta hadist.

Bahkan beliau juga menjadi pengajar tenang madzab di fakultas pascasarjana dan qiraat di fakultas Al-qur’an. Dan beliau juga ditunjuk sebagai imam besar Masjid Quba. Dan pada bulan 6 tahun 1399 H beliau juga ditunjuk sebagai imam Masjid Nabawi.

Dan selanjutnya pada tahun 1401 H bulan Ramadan beliau dipindah menjadi imam besar Masjidil Haram di Mekkah. Dan akhirnya dikembalikan lagi menjadi imam besar Masjid Nabawi.

Sudah terbukti prestasi beliau tidak perlu diragukan lagi, ditambah lagi beliau merupakan salah satu Qari’ kerajaan Arab Saudi dan telah menjadi salah satu qori’ dunia.

Calon Imam Masjid Nabawi di Masa Mendatang

Hal ini membuktikan dalam memilih imam masjid nabawi tidak mudah, ada beberapa kriteria dengan tingkatan yang tinggi, hingga akhirnya bisa diangkat menjadi imam di Masjid Nabawi. Sehingga terbukti bahwa imam di Masjid Nabawi memiliki bobot yang bisa diperhitungkan.

Tentunya akan sangat terasa istimewa jika bisa sholat dibelakang imam yang sudah dipilih langsung oleh orang-orang terpilih dari Allah SWT. Dan yang lebih membanggakannya lagi, salah satu pemuda Indonesia ada yang di daulat secara langsung untuk menjadi imam tetap di Mekkah Arab Saudi.

Bahkan beliau diangkat menjadi imam ketika masih berumur 15 tahun. Diusianya yang masih 21 tahun dengan paras tampan dan suara merdu yang dimilikinya, dia sudah mencuri perhatian masyarakat diseluruh dunia. beliau merupakan anak angkat guru Syairazi Kandangan dan juga anak angkat imam Masjidil Haram Syekh Dr. Hasan Bukhari.

Bahkan beliau pernah tampil langsung di hadapan imam Masjidil Haram Syekh Sudais, para ulama dan tokoh Mekah. Beliau adalah Ustadz Asal. Yang mulai viral semenjak kisahnya diunggah langsung oleh Nur Hidayatullah Yuzarsif, seorang dosen fakultas syariah dan hukum UIN Walisongo Semarang via Facebook.

Ustadz Asal lahir di Mekkah pada tahun 1997 yang merupakan anak pertama dari Ustadz Yanto dan Ustadzah Mariyati. Sejak lahir beliau menetap di Mekkah namun kewarganaannya masih tetap Indonesia, tepatnya Ambutun, Kandangan, Kalimantan Selatan yang merupakan asal kedua orang tuanya.

Ustadz Asal tidak pernah masuk pondok pesantren, namun pada usia 12 tahun beliau bisa menyelesaikan hafalan Al-qur’annya dan meraih ijazah hafalan Al-qur’an dengan predikat “excellent” dari sebuah lembaga hafalan Al-qur’an tingkat kota Mekkah. Telah banyak prestasi yang beliau raih hingga akhirnya dinobatkan sebagai imam Makkah. Tepatnya imam Masjid Birrul Walidain di kawasan Zaidi Makkah. Dan mungkin suatu saat beliau dapat diangkat kembali untuk menjadi Imam di Masjid Nabawi.

Comments

Tinggalkan Balasan