فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ  فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ (البقرة/ 2: 196) Siapa yang (mengambil haji) tamattu’ dengan (melaksanakan) umrah (sebelum) haji, maka ia menyembelih hadyu (qurban) yang mudah (ia dapatkan)..(Al-Baqarah/2:196) Ibnu Katsir dalam tafsirnya Al-Qur’anul Azhim menjelaskan, maksud rangkaian ayat tersebut yaitu kalau sudah tidak ada gangguan dalam pelaksanaan haji dan umrah, baik dari

وَ أَتِمُّوا الْحَجَّ وَ الْعُمْرَةَ لِلهِ….(البقرة : 196) Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah… (Al-Baqarah/2:196) Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam bukunya Addurul Mantsur fit Tafsir bil ma’tsur menyebutkan, bahwa Ibnu Abi Hatim dan Abu Nu’aim meriwayatkan : Seorang laki-laki datang dari Ji’ranah, ia memakai jubah, lalu bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku agar aku

إِنَّ الصَّفَا وَ الْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا.. (البقرة : 158)  Sesungguhnya Shafa dan Marwah (adalah) termasuk syi’ar (agama) Allah. Maka siapa yang melaksanakan (ibadah) haji atau ‘umrah, tidaklah dosa baginya berthawaf di antara keduanya Imam  Al-Qurthubi dalam tafsirnya, Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an menyebutkan, bahwa

The simple answer is no – search engine submission isn’t necessary. The majority of search engines nowadays (most notably Google) crawl and index pages by following links. Using that logic, a single inbound link from any already-indexed page will identify your page to the engine. Subsequently, if that page links to other pages within your site, they